ARCHITECTURE

/de.sign /man.age /de.liv.er

GET IN TOUCH

109DPM ARCHITECT

to /de.sign /man.age /de.liv.er architecture design through the project

Ada 5 fase desain untuk layanan arsitektur. Antara lain Desain Skematik, Pengembangan Desain, Dokumen Konstruksi, Penawaran, dan Administrasi Konstruksi. Fase-fase ini adalah tahapan bagaimana peran Arsitek dalam membuat dan memberikan jasa desain untuk sebuah proyek. Fase desain adalah garis besar dari seluruh proses desain yang dilakukan. Setiap fase terdiri dari beberapa aktifitas yang perlu dilakukan untuk mengembangkan desain yang baik. Dari aktitas tersebut Arsitek akan membuat  beberapa dokumen desain dan administrasi yang akan digunakan sebagai panduan dalam konstruksi.

TAHAPAN DESAIN

  • Analisis lahan (survey lapangan, lahan kosong, bangunan renovasi, kondisi sekitar, dll).
  • Penelitian awal (tanah dan atau bangunan Owner)
  • Analisis zonasi dan perizinan peruntukan bangunan (menentukan persyaratan apa saja yg bisa dibangun, fungsinya, luas, jumlah lantai, dll).
  • Lingkup proyek (identifikasi dan diskusi lingkup pekerjaan yang akan disepakati, pembuatan rencana in scope dan out scope proyek)
  • Project goals (tujuan proyek)
  • Program pembangunan (daftar fungsi bangunan yang diajukan)
  • Penjadwalan proyek (dibuat secara garis bersar di awal)
  • Identifikasi stakeholder (pemilihan tim dan pelaksana proyek)
  • Diskusi desain permulaan dan persyaratan apa saja yang dibutuhkan oleh klien.
  • Arsitek memberikan contoh proyek, dan membuat analisa properti yang akan dibangun.
  • Programming, klien memberikan daftar ruangan seperti apa yang diinginkan. Arsitek mengembangkan dan memberikan penjelasan ukuran, lokasinya, dan hubungan antar ruang dalam bangunan.
  • Desain skematik bertujuan mengembangkan bentuk dan ukuran dari bangunan melalui rancangan konseptual.
  • Melalui desain skematik, Arsitek dan klien bisa mengetahui secara umum bagaimana komposisi, bentuk, dan komponen bangunan.
  • Setelah desain dasar (skematik) disepakati, Arsitek akan mengembangkan rancangan yang akan diproses pada tahapan berikutnya.
  • Arsitek dan klien bersama-sama menentukan atau memilih material bangunan dan produk-produk lainnya seperti pintu, jendela, keran, perlengkapan, dll.
  • Arsitek akan melakukan revisi dan perbaikan desain dengan menambahkan detail sesuai hasil pengembangan desain skematik.
  • Termasuk diskusi mengenai struktur, pemipaan, elektrikal, analisa ruangan, dan aspek teknis lainnya.
  • Pada tahap akhir DD disepakati rincian-rincian spesifikasi yang telah dibuat. Dengan gambar yang minimal terdiri dari denah, tampak, dan potongan, atau gambar isometri yang dapat mendeskripsikan keseluruhan fitur dan aspek desain yang diterapkan.
  • Dokumen konstruksi adalah gambar kerja detail yang akan digunakan oleh kontraktor (approved for construction). Gambar detail seperti ukuran pintu, jendela, keramik, tinggi meja dapur, jenis kayu, merek wastafel, jenis cat dan finishing, semuanya tercantum dalam dokumen ini.
  • Dalam tahap ini, tergantung skala proyek, Arsitek umumnya bekerja bersama partner lainnya misalnya ahli sipil atau struktur, mekanikal, elektrikal, atau arsitek lain. Dalam proyek yang lebih sederhana, sedikitnya dapat terdiri dari Arsitek dan kontraktor saja.
  • Arsitek dan kontraktor akan melakukan finalisasi semua desain secara teknis, termasuk pembuatan jadwal dan persiapan daftar kebutuhan produk-produk dan material. Dalam proyek dengan skala yang kompleks, kegiatan ini dapat otorisasi atau dikoordinasikan oleh seorang manajer proyek.
  • Arsitek membuat gambar-gambar detail gambar konstruksi yang dibutuhkan termasuk dokumen untuk perizinan atau IMB.
  • Sebelum masuk ke penawaran kontraktor, Arsitek biasanya membuat RAB atau BOQ. Rincian volume daftar material sesuai desain yang dibuat. Atau pembuatan RAB dapat diserahkan ke kontraktor untuk divalidasi oleh Arsitek sebelum dilaksanakan.
  • Pada tahap ini klien dan Arsitek mendiskusikan daftar rekomendasi kontraktor yang akan memproses dan melaksanakan konstruksi.
  • Beberapa kontraktor dapat mengajukan penawaran berdasarkan desain yang dibuat Arsitek ataupun klien dapat menentukan kontraktor pilihan sendiri dengan tetap berkonsultasi dan didampingi Arsitek yang membuat desain.
  • Arsitek dapat berkolaborasi untuk memberikan detail-detail lain yang diperlukan sesuai kebutuhan kontraktor.
  • Fase ini dapat dilakukan di awal, dan agar dapat dicapai akurasi harga yang relevan pada saat pembuatan dokumen konstruksi (CD).
  • Jika klien memiliki anggaran yang spesifik, sebaiknya klien telah terlebih dahulu berkonsultasi dengan kontraktor agar anggaran memiliki akurasi yang lebih tinggi. Minimal klien melakukan estimasi biaya berdasarkan input atau masukan dari 3 sumber yaitu Arsitek, Kontraktor, dan harga pasar.
  • Hanya kontraktor yang dapat memberikan garansi terhadap biaya konstruksi. Namun karena Arsitek yang menentukan spesifikasi desain, maka diperlukan kerjasama profesional, saling melengkapi, dan tetap saling mengawasi agar dapat dicapai kinerja proyek yang optimal.
  • Arsitek hanya dapat menyampaikan gambaran harga secara umum dalam RAB sebagai informasi acuan. Namun Arsitek berperan mengawasi pelaksanaan pekerjaan berdasarkan desain final.
  • Ini adalah fase final dari layanan desain arsitektur dan fase paling lama karena akan berlangsung selama progres konstruksi.
  • Dalam fase ini Arsitek akan melakukan supervisi secara periodik untuk memastikan desain dilaksanakan dalam tahapan konstruksi dengan baik sesuai dengan perencanaan. Arsitek dapat bertindak sebagai QC yang dapat menerima atau menolak pekerjaan kontraktor.
  • Dalam proyek yang tipikal, umumnya Arsitek tidak melakukan supervisi konstruksi.
  • Jika diperlukan, Arsitek dapat melakukan review terhadap tagihan progress kontraktor untuk mengonfirmasi penyelesaian pekerjaan atau kesesuaian pekerjaan dengan desain awal.
  • Arsitek akan bersedia untuk menjawab pertanyaan konsultasi dan memberikan tambahan informasi jika ada permasalahan terkait penerapan desain.
  • Arsitek akan tetap menjadi bagian dari proyek sampai bangunan selesai.
  • Jika klien mengajukan perubahan selama pelaksanaan konstruksi, diperlukan administrasi tersendiri yang terpisah dari kontrak. (Change request)

Tahapan-tahapan diatas diakumulasikan dalam bobot persentase pekerjaan Arsitek. Sekaligus sebagai acuan proporsi fee (progress) yang relatif tergantung skala dan kompleksitas proyek yang bervariasi bisa lebih besar atau lebih kecil.

“Architecture is the learned game, correct and magnificent, of forms assembled in the light.”

Le Corbusier

“As an architect you design for the present, with an awareness of the past, for a future which is essentially unknown.”

Norman Foster