RD109 Playbook · Stage 02 — Validate
Feasibility Mini
Uji cepat kelayakan proyek residensial dari 7 parameter dasar. Seluruh biaya tersembunyi dihitung otomatis dengan asumsi pasar umum.
Input: 1. Luas Lahan → 2. Pilih 3 Opsi Kavling Efektif → 3. Input Harga Beli Lahan → 4. Pilih 3 Opsi Biaya Konstruksi → 5. Pilih 3 Opsi Tipe Unit → 6. Masukkan Target Harga Jual Unit → 7. Geser Slide Durasi Proyek .
Parameter 7 input
Hasil terhitung otomatis setiap parameter berubah.
A · Profil Proyek
B · Parameter Kunci
C · Struktur Biaya — HPP
| Komponen | Nilai (Rp) | % HPP |
|---|---|---|
| Total HPP | — | 100% |
D · Kesimpulan
—
Sensitivitas — ambang margin 20%
—
—
Asumsi biaya tersembunyi yang digunakan
- Biaya perolehan lahan (BPHTB, notaris, AJB): 6% dari nilai lahan — digabung pada komponen Lahan.
- Infrastruktur kawasan (jalan, drainase, utilitas): Rp 400.000/m² × luas lahan kotor.
- Perijinan & legal (siteplan, PBG): 2,5% dari total penjualan.
- Sertifikasi & pecah SHM: Rp 8 juta/unit.
- Manajemen konstruksi: 4% dari biaya konstruksi.
- Pemasaran: 4% · Operasional & overhead: 3% · PPh final: 2,5% — dari total penjualan.
- Arus kas bulanan: lahan dibayar di awal; konstruksi mengikuti kurva-S; penjualan mulai ±25% durasi dan terdistribusi merata hingga akhir proyek. Kebutuhan modal = puncak defisit kas kumulatif.
Model indikatif dengan asumsi pasar umum. Hasil bukan pengganti studi kelayakan formal. — 109DPM
Kalkulator ini cukup untuk screening awal. Tapi proyek properti yang serius butuh lebih dari sekadar angka—butuh model yang bisa dipertahankan.
RD109 SIGNAL: Feasibility hadir untuk itu: analisis HPP per tipologi, skema lahan KSO/Bagi Hasil, stress-test margin, hingga cashflow 60 bulan—semua dalam satu tool terstruktur. Hasilnya: bukan sekadar “layak” atau “tidak layak”, tapi angka yang auditable dan keputusan yang bisa Anda bawa ke meja negosiasi.
